Foto Model

Oleh: Rudi Kismo

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Kusingkapkan rok, kubuka kancing demi kancing baju
Kilatan lampu membakar tubuh
Diiringi tatapan penuh birahi

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Ku tersenyum, kutarik satu persatu pembungkus badan
Hingga tiada benang yang menenpel di badan
Dengan rakus kamera menelan bagian-bagian tubuhku

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Mereka membawaku dari pagi hingga kembali pagi
Dari kamar hotel mewah hingga makam orang mati
Menikmati dan menelan tiap centi tubuhku.

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Ku tukar dengan beberapa keping genting
Beberapa liter beras dan segenggam garam
Dan upah pengajar adik-adikku

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Pengganti sepenggal tanah Bapak yang kering kerontang
Tanah tandus yang tak mampu menghidupi kami
Hingga air mata Ibu terus mengalir bagai sungai

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Itu terakhir kali yang ku punya
Termasuk di dalamnya rasa malu dan harga diri
Demi sepenggal nafas esok hari

Telah ‘ku jual tiap bagian tubuhku
Tapi tidak dengan hatiku yang bening dan jernih
Hatiku tetap utuh, tidak retak
Akan terus, terus, dan terus kujaga

Hatiku hanya untuk belahan jiwaku !!!!!!
Di suatu hari, nanti ……….. !!!!!!!

Jakarta, 7 November 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s