Mimpi

‘Tuk yang ‘ku kagumi
Oleh : Rudi Kismo

Malam itu aku bermimpi
Aku sendiri, berjalan dilorong panjang gelap gulita
Dingin membeku, tiada cahaya walau hanya seberkas
Tapi, aku tetap harus berjalan, berjalan menuju akhir lorong

Kucoba terus melangkah, melangkah, dan melangkah
Dalam gelap badanpun mulai lelah
Dengan kaki luka terantuk berdarah

Kucoba terus ayunkan kaki
Kukuatkan diri untuk terus melangkah
Untuk kesekian kalinya aku jatuh ke tanah

Dalam gelap ku coba berdiri
Aku pun jatuh ke tanah lagi
Kini aku tiada mampu bangun sama sekali

Sekali lagi kucoba merangkak
Aku pun jatuh ke tanah lagi
Dan matakupun kian berat untuk terbuka

Tiba-tiba samar terlihat
Seberkas cahaya bersinar di akhir lorong
Kian lama kian terang, mendekat

Dari dalam cahaya
Samar terbentuk siluet wanita
Dan ia kian mendekat

Setengah sadar kulihat
Bidadari cantik berbaju putih berkilau
Terang bagaikan mentari

Kuberanikan diri bertanya
“Siapakah engkau”
Suara lembut merdu
“Aku adalah dirimu”

Dengan senyum tersungging
Tanganku digapai
Ditarik dengan perlahan.

Auranya mengalir deras dalam darahku
Mengisi badanku dengan energi baru
Dan aku mulai bangkit berdiri lagi

“Kau harus jadi lelaki sejati !!”
Ia memapahku ke akhir lorong
Dan keluar dari lorong gelap.

Jakarta, 20 Sep 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s