Sakit

‘Tuk yang ‘ku kagumi
Oleh : Rudi Kismo

Badan sering lemas, dan berkeringat dingin
Kadang cepat capek dan lelah
Kadang kala energi berlimpah, tidak bisa lelah
Bisa seharian aku malas meringkuk di tempat tidur
Bisa juga seminggu aku terus berlari ke puncak gunung
Saat tertentu aku bengong seperti kerbau linglung
Saat tertentu pula mulut tidak berhenti bersenandung
Seharian aku tidak lapar sama sekali
Tiada berasa perut lapar

Aku sangat takut,
Detak jantungku kencang tidak teratur
Bahkan bisa terasa berhenti
Akankah aku mati ?

Seperti saat ini
Malam semakin lelap berselimutkan dingin
Rembulan tersenyum mengejek
Dengan enggan menampilkan muka pucat
Mataku pun tetap tak mampu untuk terpejam

Kutatapi langit malam
Hanya satu dua bintang berkedip malu
Embun dan angin kencang menyapu
Aku tetap diam membatu

Sudah lama aku menderita
Berbagai cara telah kucoba
Berpuluh tabib sudah kutanya
Ingin kuakhiri semuanya
Tapi tetap tak kutemukan cara

Kubuka lembaran hari yang telah kulewati
Kubaca tiap baris peristiwa
Dan…..
Ya Tuhan !!!!

Kutemukan baris sebab deritaku
Di sana tersurat
Panah sorot matamu
Tajam menusuk jantung hatiku
Menorehkan luka

Ya Tuhan,
Mengapa semuanya ini harus terjadi …………..

Jakarta, 20 October 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s