Terima Kasih Tuhan

Hari Senin (24 Nov 08) kemarin ada masalah di server penampung Users Profile. Server baru, tapi berjalan dengan lambat. Jauh lebih lambat dari server lama yang secara teknologi beberapa langkah tertinggal. Akibatnya, banyak users yang problem dengan Outlook. Outlook tidak biasa dibuka atau kadang sudah biasa dibuka, tapi muncul message folder tidak bisa ter-display. Semua user teriak, “Urgent !!, gua nggak bisa kirim email !!”. Yang teriak tidak satu dua orang, tapi hampir semua orang. Termasuk bos (-bos). Saya tetap berusaha dengan keras untuk memperbaiki masalah ini. Paling kalau ada (lagi) yang teriak, saya jawab “Sedang diperbaiki”. Dan hampir (pasti) setiap saya lewat, saya diteriak (bukan sebagai famous artis, tapi seperti terpidana !!) “Email gu aproblem, kapan email/outlook beres” Saya hanya tersenyum saja (saya sedang merasa sebagai artis, huekkkk ….huekkkkk).

 

Sebagai bagian tanggung jawab, saya bersama seorang teman (Agung) sepakat untuk kerja lembur untuk menyelesaikan masalah ini. Akhirnya setelah kerja, kerja dan kerja, jam 20:30 beres dan bisa pulang atau keluar kantor. Pulang naik kereta Ciujung Malam di Stasiun Palmerah. Pas jam 21:05 kereta datang, dan perjalanan lancar. Pendek kata, jam 22:00 sampai rumah. Terus mandi, dan tidur di jam 22:30. Badan rasanya sudah hancur lebur. J

 

Jam 3:30 tiba-tiba terbangun, mata terbuka, pikiran melayang nggak jelas . Sampai jam 4:45 (jam wajib bangun) mata tidak bisa tertutup lagi. Bangun…. ! Bangun…..! Akhirnya, mandi dan siap-siap untuk kerja. Jam 5:30 saya ambil sepeda dan mulai mengayuh ke Stasiun Rawabuntu. Di sana saya harus menunggu yang tersayang, kereta Ciujung pagi. Setelah duduk di kereta saya berharap bisa menutup mata sejenak untuk tidur. Tapi, kok ya kebetulan banget, nggak bisa tidur.

 

Sampai di kantor, problem yang kemarin (saya pikir dan seharusnya) selesai. Tidak ada masalah lagi, alias beres. Bisa tarik nafas. Tepat jam 9:15, ternyata users kembali teriak !!! Masalah yang kemarin belum selesai. Alias perkerjaan lembur yang semalam sia-sia. Bingung juga, muka mau di taruk di mana? Ini bagian dari tanggung jawab saya. Malu !! Memang ada Plan B. Tapi tidak bisa dikerjakan siang hari begini. Memaksa 150 orang berhenti bekerja sebentar di jam segini sama saja dengan bunuh diri. Saya bisa ditendang keluar jendela dan jatuh dari lt 27. Pasti gepeng !! Akhirnya ada kesepakatan untuk menjalankan Plan B esok hari, pagi-pagi sekali.

 

Tepat jam 17:15 saya keluar kantor. Saya sungguh menikmati semua kesulitan, kesusahan, penderitaan yang saya alami hari. Walau kondisinya sangat jelek saya tetap senang dan bahagia. Bukan ini bagian dari proses pendewasan? Saya tinggal semua masalah kantor di meja kerja saya. Saya tidak mau membawa pulang masalah. Biar dia teronggok di meja, besok datang lagi dan bongkar onggokan tersebut. Sudah lebih dari tiga tahun terakhir saya tidak pernah mau lagi membawa masalah kantor keluar dari ruang kerja saya. Nanti saya pulang atau keluar ruang kerja ada masalah lain yang harus saya hadapi dan harus diselesaikan. Saya tidak mau mencampurkan kedua menjadi satu. Bisa kacau dan berantakan.

 

Badan sudah lelah semua, apalagi semalam kurang tidur dan pikiran terkuras habis. Yang terlintas di kepala cepat pulang dan cepat istirahat. Sampai di Stasiun Palmerah, ada informasi, kereta jurusan Rangkas Bitung mengalami gangguan lokomotif di Stasiun Kebayoran Lama. My GOD !!! Berarti akan terlambat pulang, alias sampai rumah terlambat. Impian untuk cepat sampai rumah dan cepat tidur pupus sudah. Apalagi pas di situ saya sudah ngantuk berat. Mau marah rasanya. Tapi mau marah dengan siapa ???

Saya jadi ingat komitmen sendiri, untuk tidak marah dengan hal-hal yang tidak perlu. Belajar mengendalikan diri. Marah hanya merusak badan dan buang-buang energi belaka. Saya rubah kekesalan menjadi sesuatu yang lain, yang menyenangkan. Akhirnya saya tersenyum-senyum sendiri (kayak orang gila ??)

 

Baru jam 19:15 dapat kereta disel, dapat tempat di lokomtif yang padat. Sempit banget, susah untuk bergerak. Ini akibat kereta yang terlambat. Jadi penumpang menumpuk. Dengan terseseok-seok kelebihan penumpang, kereta muali bergerak. Kereta ini seharus berangkat jam 17:37. Tapi baru berangkat jam segini . Edan …..!!!!

 

Dalam kodisi yang sempit  dan tidak nyaman begini membuat hati tidak tenang dan cepat marah. Ditambah lagi dengan kondisi capek. Pendek kata, dari pada dipikirnin mending dinikmati saja. Akhirnya dapat ide, ini kesempatan bagus untuk berdoa. Doapun saya panjatkan. Hingga sampai stasiun tujuan, dalam hati saya terus berdoa, untuk bersyukur atas kesulitan, kesusahan (dan penderitaan ?) yang saya terima hari ini. Terima kasih Tuhan. Dua hari ini bukan hari baik untuk saya. Tapi saya percaya Engkau punya rencana yang lain untuk saya 

 

Salam,

 

Gedung BEJ, 26 Nov 08

 

Rudi K

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s