Mie Ongklok, Wonosobo, Jawa Tengah

Hari mulai sore saat memasuki kota Wonosobo, Jawa Tengah. Hari itu 17 Juni 2011. Rencana saya, malam itu akan menginap di kota ini. Mau tidak mau harus keliling kota untuk cari penginapan yang cocok. Cocok antara fasilitas dan harga tentunya. Untuk itu, tiap penginapan / hotel yang dilewati dicek tarifnya, murah tidak. Untuk fasilitas tidak terlalu penting. Toch hanya untuk tidur malam saja. Yang penting tempat tidur dan kamar mandi bersih dan cukup air untuk mandi. Sedangkan makan bisa cari di luar. Itu lebih seru, daripada pesan makanan di penginapan.

Saat berkeliling mencari penginapan ini saya menemukan warung bertuliskan “Mie Ongklok”. Pertama lihat rasanya kok aneh. Mie Ongklok ?. Semakin lama berkeliling kota ada beberapa tempat warung bertuliskan hal yang sama. Kesimpulan sementara saya, pasti ini makanan khas kota ini. Penasaran juga untuk mencobanya. Makanan macam apa ini ?

Menjelang matahari tenggelam akhirnya dapet penginapan di hotel Parama, Jl. Achmad Yani. Kebetulan sekali, saat itu kota Wonosobo gelap gulita. Listrik dari PLN tidak mengalir. Terpaksa mandi dengan penerangan lilin. Selesai mandi, sebenarnya ingin istirahat sebentar setelah seharian duduk di belakng kemudi. Tapi berhubung mati lampu keluar cari makan malam rasanya pilihan yang lebih baik. Nah kebetulan ingat ”Mie Ongklok”. Ini waktunya untuk mencoba. Keluar hotel, jalan ke arah kanan penginapan ada penjual mie ngoklok. Sebelumnya sempat lihat penjual Mie Ongklok ini sebelum masuk penginapan.

Masuk warung tenda, langsung pesan 2 porsi Mie Ongklok. Penjual memasukkan mie, daun bawang, daun kol/kubis, dan daun kucai ke dalam mangkok perebus mie bertangkai panjang. Mangkok di masukkan ke dalam dandang besar berisi air dan kuah panas. Proses selanjutnya saya tidak lihat, kerena gelap mati lampu. Yang pasti selang 3-4 menit berikutnya mie sudah tersedia di meja. Semangkok mie kuah dengan aroma yang kas sekali. Suapan pertama, kuah rasa ebi sangat kuat terasa. Berikutnya campuran mie dan sayur mayur memberikan sensasi tersendiri. Di Jakarta saya belum pernah menemukan mie seperti ini. Rasa dan bentuk mie ini mirip sekali dengan mie tek-tek yang biasa dijual secara berkeliling di Tanjung Karang, Lampung. Bedanya mie tek-tek tidak pakai ebi. Udara dingin kota Wonosobo semakin menambah nikmat makan Mie Ongklok. Apalagi mie sudah saya tambah dengan sedikit kecap dan dua sendok makan sambal rawit. Cocok sekali dengan selera saya. Satu kata yang pas, enak!! Lebih nikmat lagi makan Mie Ongklok dengan lauk sate sapi dan tempe kemul. Umumnya penjual Mie Ongklok juga menjual kedua menu ini, menu kas kota Wonosobo. Satu mangkok Mie Ongklok cukup diganti dengan satu lembaran uang Rp 5,000. Mantap……

Gedung BEI, 19 Jul 2011

One Response to Mie Ongklok, Wonosobo, Jawa Tengah

  1. si oom as varioputiih says:

    wuah, selezat itu oom?
    jadi pengen coba😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s