Kepel

Ada yang pernah dengar buah kepel atau buah burahol ? Kepel di sini bukan group properti dari Singapore. Ini pohon buah. Pohon langka dengan buah bergantungan di batang, layaknya buah durian. Enakkah rasa buahnya ?

Sewaktu saya kecil, teman-teman saya yang jauh lebih besar biasa mencari buah kepel atau burahol (Stelechocarpus burahol) muda pada bulan puasa (Ramadhan). Buah burahol muda digunakan untuk lalap makan. Di tempat tinggal saya buah ini biasa disebut brahol. Biasanya teman-teman saya ini pergi ke hutan lereng Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Lampung pagi-pagi buta. Tujuan utama mereka bukan untuk secara khusus mencari buah burahol, tetapi mencari pakan kambing. Biasanya yang dicari daun petai cina (Leucaena leucocephala), pakan terbaik untuk kambing. Sekali jalan cari pakan ternak, sekalian cari buah burahol muda. Kira-kira pukul 10:00 mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Saat bertemu mereka di jalan pulang dengan senang hati mereka membagikan buah borahol muda kepada kami anak-anak yang lebih kecil.

Ada juga anak-anak yang mencari buah burahol di hutan sebagai bagian untuk melupakan perut lapar karena puasa. Seingat saya, anak-anak mencari buah burahol muda hanya di bulan puasa. Selain bulan itu, tidak pernah terdengar ada anak yang mencari buah burahol.

Buah burahaol yang dimakan untuk lalap kira-kira seukuran buah duku. Daging buah berwarna putih dengan sedikit merah jambu di bagian tengah, renyah seperti buah gandaria (Bouea macrophylla). Itu ingatan buah burahol muda yang menempel di kepala saya. Bisa jadi ingatan saya salah. Mahklum waktu itu saya masih berumur 5-6 tahun. Atau buah yang dimaksud brahol ini berbeda dengan burahol atau kepel yang saya lihat sekarang.

Rasa buah yang sudah masak saya tidak ingat lagi. Waktu itu saya diajak bapak saya ke rumah temannya di dekat hutan lereng gunung. Di sana disediakan burahol tua. Rasa burahol hingga saat ini sudah tidak ada lagi di memori saya. Hilang sama sekali.

Buah borahol dipercaya dapat menghilangkan bau badan, mengurangi bau tidak sedap saat berkemih, menghaluskan kulit, dan sebagai kontrasepsi alami. Karena kasiatnya, buah ini konon banyak digunakan oleh kerabat (putri) keraton Yogyakarta. Sekitar 10 tahun lalu saya melihat beberapa pohon burahol tumbuh di sekitar Taman Sari Yogyakarta. Tepatnya, keluar pintu utama Taman Sari, ada gang ke kiri arah tembok tembok/gedung Taman Sari (Gedung Air?). Pohon tumbuh di sebelah kiri gang. Pertengahan Juli 2011 yang lalu, pohon borahol ini sudah tidak tampak lagi. Apa saya tidak melihatnya karena tertutup bangunan? Mungkin bisa saja terjadi. Justru sekarang saya melihat pohon borahol tumbuh dan berbuah di kawasan Stadion Utama Senayan, Jakarta.

Gedung BEI, 21 Juli 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s