Let’s get lost

Mengunjungi tempat baru adalah sesuatu yang sangat menyenangkan untuk saya. Paling tidak saya mendapatkan pengalaman mendatangi tempat-tempat yang sebelumnya saya tidak tahu. Mungkin hal ini terjadi akibat kebiasaan saat saya masih kecil. Bapak saya selalu mengajak anak-anaknya kalau berpergian. Kadang pada hari Minggu saya diajak ke kebun dekat hutan lereng G. Tanggamus atau kebun temannya di lembah Bukit Barisan. Pernah juga diajak ke rumah temannya yang sudah seperti saudara sendiri di punggung Bukit barisan. Atau diajak menagih hutang di desa lain yang jaraknya sangat jauh dari rumah dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Untuk ukuran saya, itu semuanya sangat menyenangkan. Bayangkan saja, di kebun dekat hutan saya bisa melihat monyet bermain secara berkelompok di pepohonan. Atau melihat siamang yang saling berteriakan nyaring dengan irama yang teratur. Mirip dengan paduan suara. Kalau kebetulan ke kebun yang ada sungainya, saya bisa bermain air dan mandi sepuasnya di air yang sangat jernih. Kadang kala main air didahului dengan memancing atau memasang bubu penangkap ikan. Pengalaman-pengalaman ini buat saya teramat indah untuk dilupakan begitu saja.

Saat duduk di kelas I SMA, saya pergi kali pertama ke Jakarta dari Lampung Tengah seorang diri. Sebelum belum pernah pergi jauh, apalagi beda propinsi. Yang saya tahu kala itu, di Jakarta saya harus naik bis dari Kalideres arah Cililitan dan harus turun di Halte Perdatam, Pancoran. Kantor kakak saya berada di sekitar tempat ini. Saya sudah janji bertemu kakak saya di kantornya. Walau dipenuhi rasa was-was, deg-degan, dan perut sedikit mules, tapi ada tantangan untuk terus menjalani. Tidak ada kemungkinan kembali pulang ke rumah. Saat bertemu kakak saya, semua rasa tersebut hilang dan muncul rasa kepuasan yang mendalam.

Keinginan untuk menjelajah dalam diri saya hingga sangat ini tidak pernah luntur. Dengan keterbatasan dana dan waktu, saya menjalani dengan cara yang lain. Teknologi saat ini sangat mendukung. Mbah Google sangat membantu. ”Sarananya mBah Google” seperti Google Earth, Wikimapia, dan Google Map saya gunakan sebagai sarana untuk “jalan-jalan” secara virtual. Sebagai contoh, saya ingin jalan-jalan ke Bali tinggal masuk ke Google Earth. Cari daerah yang ingin dituju. Dengan mudah tempat yang saya cari didapatkan. Kadang-kadang kalau beruntung teman-terman dari pojok dunia yang lain dengan suka rela memasang photo-photo lokasi tujuan kita dengan suka rela. Bosan “jalan-jalan” di Bali, dengan mudah kita bisa pindah ke Yogya atau Solo. Mudah bukan ?

Dulu pernah ada keinginan untuk jalan ke kawasan Bandung Selatan (Ciwidey). Konon di sana banyak sekali objek wisata alam yang menarik. Wisata alam selalu mengingatkan saya pada pengalaman masa kecil. Saya coba buka ”sarananya mBah Google”. Kembali dengan mudah saya temukan beberapa lokasi wisata di kawasan ini. Untuk menuju ke tempat ini saya ”route” balik dari kawasan Ciwidey ke arah Bandung dengan mengikut jalur jalan yang ada di peta. Saya hafalkan jalur jalan, lokasi, pertigaan, pasar, kantor pemerintahan yang ada di lintasan. Dari sini saya baru tahu kalau mau ke Ciwidey harus exit tol Cipularang di gerbang tol Kopo, harus melewati kota Soreang, dan seterusnya. Saat ada kesempatan saya mendatangi kawasan Ciwidey. Saya benar-benar hanya mengandalkan ingatan saya berdasarkan informasi dari mBah Google ini. Pendapat saya semua informasi dari mBah Google hampir bisa dipastikan akurat.

Pernah karena terpaksa saya harus ke Bali dengan membawa kendaraan pribadi. Saya tidak mau melalui jalur utara pulau Jawa. Kembali saya minta nasehat mBah Google. Dari sini saya mendapatkan jalur selatan Jawa yang bisa dilewati. Juga untuk pulau Bali, saya tidak mau memakai jalur umur (jalur selatan). Saya memilih jalur utara, terus naik gunung kawasan Kintamani, dan lanjut ke selatan sampai bertemu kawasan Kuta. Pas hari H perjalanan saya hanya mengandalkan peta mudik keluaran Kompas, dan sedikit ingatan jalus di kepala. Dan kembali mBah Google membuktikan kebanarannya.

Untuk kota-kota di negara maju, mBah Google sudah membuat ”sarana” peta lengkap dengan photo 360 derajat. Kita bisa menyusuri jalan layaknya kita mengendari kendaraan. Kita bisa menengok kanan-kiri atau melihat belakang di sembarang titik di sepanjang jalur perjalaan. Bahkan kita bisa melakukan perbesaran gambar (zooming) pada suatu titik gambar yang kita inginkan. Manarik bukan ?. Informasi ini sangat membantu saat saya harus berangkat ke Singapore untuk tugas kantor. Sebelum sampai di sana saya sudah bisa melihat gedung kantor saya, gedung-gedung di sekitar kantor, hotel tempat menginap, stasiun kereta, dan lain-lainnya. Gambar-gambar tersebut sama dengan aslinya alias photo. Saat sampai di Singapore dengan mudah saya mengenali daerah-daerah kantor, hotel, dan lokasi-lokasi sekitarnya.

Berangkat dari pengalaman ini, Juni 2011 yang lalu, saya berencana mengunjungi adik saya di Solo. Tapi saya tidak mau langsung ke Solo. Kalau bisa mampir di kota-kota yang dilewati. Mbah Google menginformasikan jalur tengah pulau Jawa layak untuk dilewati. Informasi jalur tengah Pulau Jawa tidak jelas di peta mudik Kompas. Di jalan jangan ragu untuk mengobrol/bertanya dengan warga setempat. Dari mereka kita bisa mendapatkan banyak informasi jalur yang mendukung infonya Mbah Google. Hebatnya lagi, kita bisa menemukan jalur jalan yang aneh dan tidak biasa alias tidak umum. Jalur jalan ini kondisinya bagus dan banyak lokasi yang menarik (interested view). Sayang sekali kalau dilewatkan begitu saja. Alhasil dari Jakarta hingga Solo menghabiskan waktu 5 hari.

Sepulangnya dari Solo, mantan pacar saya mencerita tentang perjalanan ini kepada teman-temannya. Teman-temannya bingung. ”Nggak takut kesasar?” Dengan enteng mantan pacar jawab: ”Suami saya malah bilang let’s get lost !” Betul, saya punya semboyan seperti di National Geographic tv itu ”Let’s get lost”. Dan satu lagi semboyan “I must visit and do before I die.” Dari sini saya bisa mendapatkan pengalaman, pengetahuan, dan arti hidup yang lebih banyak. Waaahhhh………

Let’s get lost.

Gedung BEI, 28 Jul 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s