Timlo Sastro, Solo

Masih berkenaan dengan makanan. Masih (juga) di liburan Juli 2011 kemarin, adik yang tinggal di Solo mengajak saya makan Timlo Sastro, Pasar Gede Solo. Pikir saya, kebetulan lapar dan capek habis jalan-jalan dari Sondokoro boleh juga dicoba. Dengan panduan adik saya akhirnya dapat parkir tepat di depan kedai Timlo Sastro, yang terletak di pojok belakang Pasar Gede. Desain kedai ini asli warung tipikal kota kecil, sederhana, tidak seperti kafe-kafe di Jakarta. Di mana rasa masakan tidak sebagus bentuk dan gayanya.

Sejujurnya saya belum pernah makan Timlo Solo. Kebetulan ada anak muda yang baru selesai makan timlo duduk persis di depan saya. Dengan lancar dia menerangkan apa isi Timlo Solo dan bagaimana rasanya. Buat saya tetap tidak mengerti, dan sulit membayangkan bentuk dan rasanya. Tentu lebih baik dan tepat langsung pesan saja, biar lebih jelas bentuk dan rasanya. Akhirnya kami pesan Timlo Solo lengkap. Selang beberapa menit pesanan keluar. Semangkok Timlo Solo dan sepiring nasi putih. Mangkok berisi kuah bening (bukan santan), kuah kaldu ayam dengan sedikit warna keruh kas kaldu. Dalam kuah ada potongan daging ayam suwir, hati ayam, ampela ayam, dan sosis. Tapi jangan salah sosis di sini bukan sosis seperti sosis ayam atau sosis daging yang dijual di toko atau supermarket. Sosis ini berupa lapisan kulit lumpia yang digulung, kemudian digoreng. Sebelum disajikan lumpia goreng dipotong dengan panjang kira-kira 1.5 cm.

Suapan pertama, rasa gurih kaldu ayam sangat terasa. Sepertinya kaldu ayam kampung. Segar sekali. Semua isi Timlo Solo rasanya enak sekali. Daging dan hati ayam khas ayam kampung sangat gurih terasa. Ampela ayam yang biasanya keras, di sini terasa empuk sekali.

Sebagai pelengkap di meja disediakan sambal kecap. Sambal campuran cabe rawit hijau yang diulek halus dengan kecap manis. Buat saya yang jadi masalah ketika kurang pedas, saya harus menambahkan sambal kecap. Efek sampingnya Timlo Solo jadi lebih manis. Hadeuh….

Secara umur Timlo Solo enak sekali. Tidak ada salahnya untuk mencobanya. Makan Timlo Solo semakin nikmat sambil menikmati lagu-lagu keroncong. Musik dan lagu keroncong dimainkan tiga orang tepat di depan kedai. Mantap !!!

Cawang, 30 Aug 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s