Singapore Edition: Checkers Inn Hotel

Setelah pilih-pilih akhirnya saya memutuskan memilih hotel Checkers Inn di kawasan Little India. Saya hanya perlu hotel untuk tidur malam saja. Siang hari sudah pasti jalan ‘nglayap’. Saya sengaja memilih hotel ini karena jaraknya relatif dekat dengan MRT station. Terletak di tengah-tengah Little India MRT station (NS) dan Bugis MRT Station (EW). Jadi kalau mau pergi ke mana-mana mudah mendapatkan sarana tranportasi yang murah. Kebetulan tidak jauh dari lokasi hotel terdapat terminal bus (Victoria Street Bus Terminal) yang menyediakan banyak bus tujuan Johor Bahru, Malaysia. Sungguh strategis untuk saya.

Dari Little India MRT station pintu E hotel bisa dijangkau dengan jalan kaki melalui Buffalo Road lurus terus menyeberangi Serangoon Road. Lurus lagi masuk ke Campbell Street. Berikutnya ada perempatan Clive Street masih lurus lagi hingga menjelang Madras Street, di sebelah kanan akan tampak Checkers Inn hotel. Jalan lain yang bisa dilalui adalah dari Bugis MRT station. Keluar pintu Raffless Hospital masuk ke Rochor Road hingga bertemu dengan perempatan besar . Dari sini belok kanan masuk ke Jalan Besar. Tidak jauh dari sini di sebelah kiri jalan ada Mayo Street. Belok di jalan ini, lurus terus hingga bertemu Perak Road dan belok kanan. Tidak jauh dari titik ini di sebelah kiri ada gang kecil yang tembus langsung di pertigaan Madras Road dan Campbell road tepat di sebelah hotel. Mudah sekali dalam jangkauan.

Hotel ketemu, setelah checkin hotel kita akan diberi kartu akses pintu, gembok kombinasi, dan peralatan tidur (sprei, selimut, dan sarung bantal). Kartu akses digunakan untuk masuk pintu utama dan pintu kamar tidur. Tanpa kartu akses kita tidak bisa sembarangan keluar masuk pintu utama dan pintu kamar. Gembok kombinasi dipakai untuk mengembok locker. Sebisa mungkin semua barang dimasuk ke locker supaya aman. Kebetulan saya dapat satu kamar (ber-ac tentunya) dengan tiga tempat tidur susun (enam tempat tidur). Saya kebagian tempat tidur di atas bersama dengan satu orang Spanyol, satu orang Amerika, dan dua orang yang tidak saya kenal. Kedua orang terakhir masuk kamar setelah saya tidur pulas dan saat saya keluar hotel mereka berdua masih tidur pulas. Baru malam kedua saya benar-benar tidur sendiri.

Di lantai bawah ini ada 3 kamar yang semuanya untuk laki-laki. Sedangkan di lantai atas disediakan kamar khusus untuk wanita. Jumlah kamar persisnya saya tidak tahu. Mungkin tiga atau empat kamar. Lantai atas tidak boleh dimasuki oleh laki-laki. Di lantai satu hanya tersedia satu kamar mandi. Di dalamnya tersedia dua bilik toilet, dan dua bilik kamar mandi, dan dua wastafel. Dengan jumlah bilik yang sedikitpun saya tidak pernah bertemu orang lain saat mandi atau ke toilet. Dan yang pasti hotel ini penuh saat saya menginap.

Keesokan harinya, bangun pagi langsung mandi. Selesai mandi langsung ke pantri untuk sarapan. Di sini tersedia telur mentah dan silahkan goreng sendiri. Roti tawar dengan selai kacang juga tersedia. Mau makan roti tinggal dipanaskan di toaster. Untuk minum tersedia air putih, kopi mix instant, dan teh tarik instant. Sekali lagi semua harus disiapkan sendiri. Saya ambil dua tangkep roti dan kopi mix instant. Dengan cepat semuanya masuk perut. Selesai sarapan tamu hotel harus mencuci piring, sendok, dan gelas yang sudah dipakai. Saya pun melakukan kewajiban saya.

Di sebelah ruang pantri tersedia dua komputer yang terhubung dengan internet. Tamu hotel boleh memakai fasiltas ini. Yang penting tahu diri saja, yang membutuhkan komputer ini banyak orang. Kalau pas tidak ada orang yang antri bisa memakai internet sepuasnya. Sekali lagi kalau tidak punya malu.

Di sebelah ruang pantri tersedia ruang tamu lengkap dengan sofa hitam, buku-buku perpustakaan, dan televisi flat. Tampaknya yang disetel selalu televisi kabel. Saya tidak pernah secara khusus menonton di sini. Paling melirik sekilas sambil masuk ke arah kamar. Sementara buku-buku perpustakaan boleh dibaca di tempat. Itu yang saya baca pada poster kecil di rak buku.

Ruang tamu ini berada di depan meja resepsionis. Biasanya di belakang meja resepsionis duduk dua petugas hotel. Saat saya di sana yang bertugas adalah Ridwan dan Ebeth. Keduanya cukup ramah dan helpfull banget. Pernah saya mengalami masalah mereka cukup membantu mengatasi masalah saya.

Satu lagi, di sini di sediakan fasilitas penitipan tas. Jam check out jam 12 siang. Sebelum jam check out kita bisa menitipkan tas di sini. Sore kita ambil tas lagi dan langsung terbang. Penitipan ini tidak dikenakan biaya apapun. Penitipan tas cukup aman. Mereka menyimpan tas kita di kamar khusus untuk penyimpanan tas. Ruang ini terkunci dan hanya petugas hotel yang boleh masuk.

Buat backpakers yang suka jalan murah tidak ada salahnya untuk mencoba hotel ini. Cukup oke dan recommended !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s