Bersepeda Serpong – Puncak Pass. (bagian II)

Kira-kira 3-4 km setelah pertigaan Taman Safari, saya beristirahat. Waktu sudah menunjukkan pukul 12:35, artinya saya sudah mengayuh sepeda lebih dari 6 jam, hampir 7 jam. Menurut hitungan saya, dari sini pulang ke Serpong paling tidak saya membutuhkan waktu yang hampir sama. Belum lagi ditambah waktu untuk makan siang, kebetulan belum makan siang. Walau sudah jamnya makan siang perut belum juga terasa lapar, mungkin kekenyangan air. Untuk mencapai Puncak Pass mungkin dengan jalan kaki saya masih kuat dan dalam waktu 1-2 jam pasti sudah sampai. Total waktu sampai ke Puncak Pass bisa 8-9 jam. Kalau saya lanjutkan sampai Puncak Pass saya khawatir kemalaman di jalan dan sampai di rumah lewat magrib. Untuk itu saya putuskan untuk tidak jalan atau mengayuh sepeda ke Puncak Pass, walau fisik dan tekad saya masih kuat. Kebetulan ada angkot menawarkan jasa untuk membawa saya dan sepeda ke Puncak Pass. Setuju dengan harga yang ditawarkan sopir angkot, sepeda saya naikkan ke dalam angkot. Sepanjang perjalanan sang sopir ngajak ngobrol. Dia sangat kaget begitu tahu kalau saya sudah mengayuh sepeda dari Serpong. Kurang lebih 10-15 menit kemudian angkot saya sudah sampai di Puncak Pass. Saya minta diturunkan di warung-warung beberapa puluh meter setelah Puncak Pass.

Halaman warung-warung yang begitu luas kosong melompong. Tidak ada orang atau mobil parkir di sini. Saat akhir minggu tempat ini selalu penuh, bahkan untuk cari satu tempat parkir mobil saja sangat sulit. Siang ini sunyi senyap. Sebagian besar warung tutup. Sekedar cari warung makan untuk makan siang saja tidak ada yang buka. Yang buka hanya satu warung mie instant. Akhirnya saya putuskan untuk cari makan siang di jalan arah pulang.


Sepeda saya kayuh ke tugu perbatasan Kab Bogor-Cianjur. Rencananya saya ingin mengambil gambar. Hanya empat photo yang bisa saya ambil di sini. Kebetulan baterai BB habis, sudah tidak bisa menyala lagi. Baterai terkuras karena BB saya aktifkan aplikasi GPS untuk merekam jalur jalan yang saya lewat. Tidak bisa ambil photo lagi, tepat pukul 13:05 sepeda saya kayuh turun ke arah Bogor. Sepeda meluncur kencang, bahkan sangat kencang. Tanpa gowes roda sepeda menggelinding sangar cepat. Bersepeda cepat di jalan menurun tajam dan berkelok sungguh terasa nikmat sekali. Di tambah lagi, lalu lintas jalan saat ini sepi dari kendaraan. Adrenalin terus terpacu, sepeda semakin cepat melaju. Mungkin kecepatan sepeda berkisar 40-50 km/jam. Rasanya seperti naik roller coaster. Tapi rasanya jauh lebih mendebarkan dan menantang karena semua kendali ada di badan bukan di mesin seperti roller coaster. Kesalahan yang kecil bisa berakibat sangat fatal. Sungguh seru dan mantap!

Kecepatan laju sepeda terpaksa diturunkan menjelang pertigaan Taman Safari. Lalu lintas arah Bogor ditutup mengakibatkan antrian kendaraan. Beruntung, sepeda masih bisa selap-selip di antara kendaraan dan masih boleh melewati pertigaan Taman Safari. Selepas pertigaan ini lalu lintas lancar sekali. Terus, sepeda melaju dengan kecepatan tinggi. Hampir saya tidak pernah mengayuh sepeda. Dalam waktu singkat Pasar Cisarua, Cipayung, dan turunan Selarong terlewati.

Tepat pukul 13:55 saya sudah sampai di pertigaan Gadog. Di sekitar pertigaan ini ada warung nasi khas Sunda. Berhubung belum makan siang dan perut terasa lapar saya beristirahat dan makan siang di warung ini. Cepat-cepat saya makan agar saya bisa melanjutkan perjalanan lagi. Kira-kira 30 menit kemudian sepeda kembali saya kayuh. Jalan sedikit menanjak menjelang pertigaan Tapos. Setelah pertigaan ini jalan terus menurun. Dengan (relatif) cepat perempatan Ciawi terlewati. Masuk jalan raya Tajur jalan masih terus menurun. Sepeda terus meluncur dengan sedikit gowesan. Akhirnya perempatan Ekalosari terlewat. Sepeda saya arahkan ke jalan Pajajaran dan terus lurus. Sampai Tugu Kujang saya ambil kiri ke arah pasar Bogor. Sampai pasar Bogor sepeda saya tuntun sampai pasar Ramayana. Sepeda terpaksa saya tuntun karena saya melawan arus lalu lintas. Mengurangi resiko celaka makanya sepeda saya tuntun. Dari pasar Ramayana saya masuk jalan Juanda dan belok kiri di jalan Paledang. Terus sepeda saya kayuh masuk jalan Semeru, kawasan lapangan udara Semplak dan ketemu jalan Raya Bogor-Parung.

Saya agak bingung dengan badan saya, badan lelah tapi gowes sepeda tetap terasa enak dan santai. Jalan Raya Bogor-Parung, jalan Ciseeng, perempatan pasar Prumpung, Puspitek Serpong, Tanam Tekno BSD, dan perumahan BSD terlewati dengan mudah. Tepat pukul 17:25 saya sudah sampai rumah lagi. Kaos putih sudah berubah warna menjadi keabu-abuan karena asap kendaraan. Badan terasa lengket dan muka penuh dengan butiran garam. Tanpa pikir panjang saya langsung sujud syukur atas apa yang saya lakukan dan pencapaian ini. Terimakasih Tuhan untuk berkat-berkatMu yang telah kuterima dan keselamatan dalam perjalanan panjang ini. Juga atas izinMu juga saya boleh melaksanakan niat dan membulatkan tekad sambil berdoa untuk orang-orang yang saya sayangi dan saya cintai. Terima kasih Tuhan !!!

Ps: untuk orang-orang yang saya sayangi dan cintai, saya selalu berdoa untuk kalian.

Track perjalanan bisa dilihat di sini.

Gedung BEI, 25 May 2012

5 Responses to Bersepeda Serpong – Puncak Pass. (bagian II)

  1. Danang says:

    Perjalanan yang indah, terimakasih untuk bahan refrensi turing sepeda saya akan datang, cengkareng bogor puncak cipanas cianjur bandung tasikmalaya berakhir di jogja, salam kenal dr balikpapan.

    • White Rose says:

      Terimakasih kembali Bro Danang….

      Selamat touring dan jangan lupa sharing info hasil touring, Bro… Saya juga pengen ikuti jalurnya .

      Selamat jalan, hati2x di jalan !

      Salam gowes

  2. Danang says:

    Silahkan gabung di fb bikepacker indonesia grup, atau fb saya danang ampuh p

  3. jeff says:

    mantab sekali bang perjalanannya ..lain kali ajak saya aja hahahaha…saya juga tinggal diserpong. ini pin bb saya:: 230cf0c9

    • White Rose says:

      Wah, itu cuma jalan2x penasaran aja. Sekedar untuk pelarian dari stress.🙂
      Saya bukan biker sejati kok. Heehee….

      Pin akan saya simpan.

      Salam gowes Bro ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s