Bersepeda Jawa-Bali: Sebuah Catatan Bikepacker (Prolog)

Hidup ini layakanya sebuah perjalanan. Perjalanan menyusuri jalan kehidupan sepanjang usia. Namanya juga perjalanan, tidak semua jalan yang dilalui halus dan mulus. Tidak jarang pula kita harus melalui jalan penuh berlubang, berliku, dan naik turun. Sering pula kaki terantuk batu, jatuh, bahkan terperosok ke dalam selokan yang penuh lumpur. Belum lagi kita harus beringat deras dan meneteskan air mata karena jalan yang berat. Tapi ada kalanya kita senang ketika berjalan di jalanan yang menurun, diiringi dengan kicauan burung yang merdu, harum bunga mewangi, sejuknya udara selepas hujan, dan indahnya warna-warni pelangi. Kita juga tertawa lebar melihat kelucuan-kelucuan di sekitar kita selama perjalanan.

Kita tidak bisa menuntut selalu berjalan di jalan yang mulus, halus, dan indah. Teramat sering juga kita harus berjalan di jalan buruk yang sangat tidak enak. Apakah kita harus meratap dan menangis ketika kita berjalan di jalan yang tidak kita inginkan? Atau haruskah kita tertawa terbahak-bahak dan menari-nari ketika kita tiba di jalan yang sesuai dengan keinginan kita? Jawabannya tergantung diri kita masing-masing. Saya secara pribadi belajar untuk menerima dan menikmati setiap langkah jalan yang saya temui. Apapun bentuk jalannya. Saya tidak perlu tertawa lebar ketika tiba berada di jalan yang halus dan mulus. Tertawa seperlunya dan secukupnya saja, tak perlu berlebihan. Sebaliknya, menangis seperlunya saja ketika terjatuh di jalan yang buruk. Yang penting cepat bangun dan bangkit lagi untuk terus berjalan. Terus maju, hadapi dan jalani setiap langkah yang kita temui. Nikmati saja setiap langkah jalan yang kita lalui. Toch kita tidak bisa memaksa matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur. Atau memaksa matahari muncul di tengah malam. Kita juga tidak bisa menghentikan hujan yang turun dengan deras. Paling yang bisa kita lakukan adalah berteduh dikala matahari terik, memakai senter di malam hari, dan memakai payung di kala hujan lebat. Yang penting kita harus sadar bahwa kita diberi karunia pengetahuan dan kemampuan lebih dari Nya untuk menghadapi medan jalan yang kita harus jalani. Kita pasti mampu menyelesaikan tiap penggal jalan yang ada di depan. Jadi, jalani dan nikmati saja semuanya.

Namanya juga suatu perjalanan. Ada kalanya kita punya tenaga ekstra dan ada kalanya lemah lunglai kelelahan. Ada baiknya kala kita punya tenaga ekstra kita gunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif. Syukur kalau berguna juga untuk orang lain. Kala kita kelelehan ada baiknya kita beristirahat dengan cara-cara yang positif pula. Sehingga istirahat memberikan tenaga baru untuk tubuh sebagai modal melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Pada titik tertentu di tengah perjalanan ini saya juga kelelahan. Jenuh. Jenuh dengan rutinitas, jenuh dengan hangar-bingar Jakarta, jenuh dengan pekerjaan, jenuh dengan suasana, dan jenuh karena hal-hal yang lain. Saya perlu istirahat. Mau tidak mau saya harus menarik diri untuk beristirahat. Untuk itu saya perlu menyindiri, menghilangkan semua kejenuhan, mengisi sudut-sudut hati yang kosong, dan yang pasti mendekatkan diri dengan Nya. Saya berpendapat cara yang saya lakukan adalah istirahat (dari kejenuhan) yang positif. Oleh sebab itu, pada tanggal 3-13 Mei 2013 saya menyendiri dan bersepeda dari Jakarta (Serpong tepatnya) ke Bali (Sanur dan Kuta). Saya kembali lagi ke Jakarta dengan bis pada tanggal 14 Mei 2013 dan sampai di rumah tanggal 15 Mei 2013.

Prolog
Jujur saja, saya tidak pandai menulis. Tidak pandai bercerita. Tapi dalam perjalanan ini saya sudah membuat catatan-catatan kecil dan sebisa mungkin akan saya tuangkan dalam bentuk tulisan. Juga, tulisan ini saya buat untuk memenuhi permintaan beberapa teman yang ingin membaca jurnal selama perjalanan ini. Saya tahu cara dan hasil tulisan saya jelek, tapi saya berharap dalam keterbatasan saya tulisan-tulisan ini masih berguna untuk para pembaca. Dan untuk selanjutnya saya akan menurunkan semua catatan perjalanan dalam tulisan dan saya simpan dalam blog ini. Terimakasih dan selamat menikmati.

Hidup adalah petualangan dan petualangan adalah hidup.

Jakarta, 28 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s