Bersepeda Jawa-Bali: Sebuah Catatan Bikepacker (Hari ke 8-a)

Hari ini Jum’at, 10 Mei 2014. Mata masih terasa berat saat bangun pagi. Rasanya masih ingin tidur yang lelap dan tidur lebih lama. Tapi mau tidak mau harus bangun. Harus cepat mandi, berkemas, dan berangkat lagi. Mamanya Yeni sudah bangun. Beliau mempersilahkan saya untuk mandi. Selesai mandi dan berkemas ternyata mamanya Yeni sudah menyiapkan sarapan pagi. Sebenarnya saya ingin sarapan di luar. Tapi mama dan papa Yeni memaksa saya untuk sarapan. Akhirnya saya sarapan di rumah Yeni. Sarapan beres, saya mohon pamit dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan keluarga Yeni. Tak lupa juga ambil beberapa jepretan foto sebagai kenang-kenangan. Karena masih pagi dan gelap hasil fotonya tidak terlalu bagus hasilnya. Tapi tidak apalah, yang penting ada kenang-kenangannya.

Kembali sepeda saya kayuh melalui Jl. Saudanco Supriyadi keluar Blitar ke arah Malang. Jalan sangat lebar di kedua arahnya. Tidak lama kemudian saya memasuki kawasan Garum terus Talun. Jalan relatif datar dan permukaan jalan relatif halus. Sepeda masih dapat dipacu dengan kecepatan 25 km/jam. Kira-kita pukul 7:00 saya sudah berada di lampu merah pertigaan Wlingi. Tepat di depan Puskemas Wlingi saya berhenti. Sekali lagi ambil beberapa gambar/photo untuk kenang-kenangan. Paling tidak saya punya jejak langkah kaki di tempat ini. Selesai ambil photo saya ambil antri di lampu lalu lintas. Kebetulan lampu lalu lintas merah menyala. Saya harus belok ke kanan di pertigaan ini. Tepat di sisi kanan saya berhenti motor besar semacam Honda Tiger 2000. Duduk di atas motor itu seorang pria berpakaian rapi berlapiskan jaket kulit. Sedangkan di belakang duduk seorang wanita berpakaian rapi. Dari penampilannya saya yakin keduanya orang yang berkerja di kantoran. Sang pria menyapa saya dan menanyakan arah tujuan saya. Saya sudah punya template untuk pertanyaan seperti ini, saya mau ke Bali. Dia sempat berpesan untuk berhati-hati dan semoga selamat sampai tujuan. Tidak lama kemudian lampu lalu lintas berubah warna menjadi hijau. Kami semua mulai jalan. Sepeda motor ini pun belok ke kanan, searah dengan perjalanan saya . Terus sepeda ini saya kayuh menyusuri jalanan Wlingi. Tidak jauh dari lampu lalu lintas tadi saya melewati jembatan dan kemudian pertigaan. Di pertigaan ini, kalau dilihat dari bentuk dan permukaan jalan seharusnya saya ambil jalan ke kiri. Jalan ke kanan kelihatan kecil dan tampak tidak baik kondisinya. Kebetulan juga tidak petunjuk arah di lokasi ini. Saya ambil jalan ke kiri. Jalan relatif lebar dengan lalu lintas yang relatif ramai. Jalan mulai menanjak dan menjadi tantangan tersendiri di pagi ini. Kira-kira 500 meter dari pertigaan ada pengendara motor dari arah lawan yang berteriak agar saya tidak melalui jalan ini. Sebaiknya di pertigaan tadi saya ambil arah kanan. Ternyata pengendara motor ini adalah pengendaraan motor yang menyapa saya di lampu lalu lintas depan Puskemas Wlingi tadi. Dia minta untuk mengikutinya ke pertigaan yang sudah lewat. Motor saya ikuti dari belakang. Di pertigaan yang sudah saya lewati tadi motor belok ke kiri. Setelah belok kiri dan sebelum lintasan rel kereta ada jalan ke arah kiri. Motor belok ke kiri dan saya terus mengikuti dari belakang. Kira-kira 50 meter dari tikungan ini motor berhenti. Sayapun ikut berhenti.

Pertigaan besar Wlingi, Blitar, Jawa Timur

Pertigaan besar Wlingi, Blitar, Jawa Timur

Puskesmas Wlingi, Blitar, Jawa Timur

Puskesmas Wlingi, Blitar, Jawa Timur

“Pak, saya antar sampai di sini ya. Silahkan ikuti jalan ini. Kalau mengikuti jalan yang Bapak ambil tadi itu terlalu jauh memutar. Di depan akan ada pertigaan, silahkan ikuti jalan itu. Itu jalur yang benar. Bisa juga lewat jalan desa, pemandanganya lebih bagus. Bapak tinggal menyeberangi rel kereta ini dan ikuti terus jalan tersebut. Nanti akan bertemu jalur yang benar. Tapi kalau Bapak tidak yakin silahkan ikuti jalan lurus ini saja”

“Wah, terimakasih banyak untuk bantuan dan informasinya”, jawab saya. Saya benar-benar mengucapkan banyak terimakasih untuk infoemasi ini. Kami sempat mengobrol sebentar. Ternyata pengendara motor ini bernama Hidayatur Rafix. Mas Rafix yang baru saja mengantarkan istrinya ini ternyata adalah seorang penggiat dalam kelompok sepeda ‘Matadewa’ yang tinggal di Jl. Sudirman, Wlingi. Setelah kami bertukar nomor kontak kami berpisah. Mas Rafix berbalik arah dan saya melanjutkan perjalanan.

Jalan ini relatif datar dan sepi dari lalu lalang kendaraan besar. Di kanan kiri jalan ditumbuhi pohon-pohon besar membuat udara sejuk dan segar. Ternyata ujung jalan bertemu dengan pertigaan besar persis di depan kantor kelurahan Klemunan. Kantor kelurahan tepat di sudut pertigaan sisi kanan jalan. Saya ambil arah kanan. Setelah kantor kelurahan Klemunan di sisi kanan jalan terdapat SDN 1 Klemunan. Terus sepeda saya gowes dengan cepat, mumpung masih pagi. Udara masih segar dan masih dingin. Tidak terasa sepeda memasuki kawasan Kesamben. Setelah Kesamben jalan mulai sepi dari rumah warga. Jarak antara rumah mulai jauh. Di sini kondisi permukaan jalan mulai tidak halus dan berkelok. Jalan naik turun mulai banyak ditemui. Beberapa kali sepeda terpaksa saya tuntun. Tidak kuat menanjak di jalan yang menyusuri punggung bukit ini.

Sawah dengan padi menguning siap panen di jalan raya Wlingi - Karang Kates, Blitar, Jawa Timur

Sawah dengan padi menguning siap panen di jalan raya Wlingi – Karang Kates, Blitar, Jawa Timur

Kondisi sulit ini ditambah lagi dengan rasa kantuk yang menyerang. Semenjak pagi rasa kantuk ini sangat mengganggu sekali. Mata rasanya berat sekali untuk dibuka. Tapi saya harus melangkah maju. Rasa kantuk harus saya lawan walau dengan perjuangan yang berat. Dalam rasa kantuk yang berat saya memasuki kawasan Selorejo. Di kawasan ini jalan semakin sepi dari rumah penduduk. Di sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi dengan pohon yang berukuran besar diselingi dengan kebun milik warga. Jalan terasa semakin sulit. Beban semakin berat akibat beberapa tanjakan dan turunan yang melelahkan. Saya tiba di suatu tempat yang memiliki turunan yang tajam. Pada akhir turunan terdapat jembatan besar. Selepas jembatan jalan kembali mendaki sangat curam. Dengan susah payah tanjakan saya daki. Tepat setelah tanjakan saya tiba di pertigaan Waduk Karang Kates. Dari petunjuk arah, arah kanan menuju Waduk Siti Sutami dan lurus arah ke Sumber Pucung. Karena terlalu lelah saya berhenti tepat di pertigaan ini. Di depan warung yang sepeda saya standarkan dan saya duduk beristirahat di teras warung yang masih tutup.

Pertigaan Waduk Siti Sutami dengan latar belakang jalan ke arah Wlingi, Blitar, Jawa Timur

Pertigaan Waduk Siti Sutami dengan latar belakang jalan ke arah Wlingi, Blitar, Jawa Timur

Istirahat di pertigaan Waduk Siti Sutami, Karang Kates, Blitar, Jawa Timur

Istirahat di pertigaan Waduk Siti Sutami, Karang Kates, Blitar, Jawa Timur

Saat sedang beristirahat seorang ibu (mungkin pemilik warung) menegur saya.

“Mas, orang yang meninggal di Selorejo tadi sudah dimakamkan”

“Wah, sepertinya belum. Tapi pas saya lewat baru mau keluar halaman rumah” jawab saya. Tadi memang saya melewati sebuah rumah yang salah seorang penghuninya meninggal dunia. Di depan rumah dan di jalan depan rumah banyak orang berkumpul. Tampaknya jenasah mulai dibawa keluar rumah. Saya tidak tahu pasti yang dimaksud ibu ini jenasah tersebut atau bukan. Jarak rumah orang yang meninggal ini jauh sekali letaknya dari tempat saya duduk ini. Dari pagi tadi, di sepanjang jalan yang sudah dilalui saya menemui ada orang meninggal hanya di satu tempat saja. Ya, hanya satu tempat itu tadi, masih di kawasan Selorejo. Bisa jadi jenasah di tempat tersebut yang ibu ini maksud.

“Orang belum tua loh. Tidak ada gejala sakit, kok tiba-tiba meninggal. Kasihan sekali” imbuh ibu ini. Saya tidak bisa jawab apa-apa. Hanya berdoa dalam hati semoga yang meninggal diberi kedamaian di sisiNya dan yang ditinggal diberikan ketabahan dan keiklasan.

 

bersambung …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s