Bersepeda Jawa-Bali: Sebuah Catatan Bikepacker (Hari ke 9-d)

Hari semakin sore. Perut belum terasa lapar, tapi lebih baik mencari makan malam sekarang. Di depan pom bensin saya tengok kanan kiri untuk mencari tempat makan. Tapi kebetulan sekali tidak tampak penjual nasi atau makanan sejenisnya. Kebetulan ada penjual bakso malang. Saya pesan satu porsi bakwan Malang. Penjual bakwan Malang tidak menyediakan nasi putih. Jadi saya hanya makan semangkok bakwan Malang tanpa nasi. Sebagai tambahan pengganjal perut, saya beli roti di seberang kanan pom bensin. Sambil duduk di depan mushola pom bensin saya makan roti. Pas selesai makan, datang petugas cleaning service pom bensin. Kami mengobrol panjang lebar. Dari beliau, saya tahu kalau di depan arah Banyuwangi ada tanjakan yang berat. Menurutnya daerah ini disebut Gunung Gumitir. Juga ada beberapa tempat wisata di daerah tersebut. Sebelumnya saya beranggapan bahwa saya sudah tidak akan menemui tanjakan lagi sampai daerah Pelabuhan Ketapang. Tapi ternyata tanjakan itu belum juga habis. Dari beliau juga saya tahu kalau kawasan Gunung Gumitir ini daerahnya sepi. Untuk sampai ke sana saya mesti harus menempuh jarak 15-20 km lagi.

Setelah petugas cleaning service berlalu, saya kembali menulis catatan kecil perjalanan hari ini. Mungkin terlalu lelah dan belum pukul 17:00 saya sudah berhenti untuk bermalam maka hari ini saya hanya menempuh jarak tidak lebih dari 134 km. Tapi sudahlah, tidak perlu disesali. Saya syukuri semuanya, hingga saat ini saya selamat tanpa kekekurangan apapun. Juga syukur orang-orang yang saya temui di jalan semuanya baik. Syukur juga saya masih bisa makan di sepanjang perjalanan ini. Tak lupa saya juga mengabarkan posisi saya sekarang ini kepada keluarga di rumah. Jujur saja, ada kerinduan yang mendalam terhadap keluarga rumah. Juga bapak dan ibu saya. Pengen sekali rasanya cepat-cepat pulang. Tetapi perjalanan ini belum selesai. Keinginan itu tepaksa dipendam dalam-dalam.

Selesai menulis catatan kecil, manager/kepala pom bensin ini muncul dan kami pun mengobrol. Ternyata kepala pom bensin ini bernama Pak Muksin. Beliau yang bertanggung jawab penuh terhadap operasional pom bensin ini. Keluarga Pak Muksin tinggal di Bondowoso yang berjarak kira-kira 60 km dari sini. Di sini Pak Muksin tinggal di komplek pom bensin dan pulang ke rumah seminggu sekali. Lebih lanjut, Pak Muksin bercerita tentang anak-anaknya. Salah satunya bekerja sebagai perawat di RS Mitra Bekasi atau RS Hermina Bekasi. Saya lupa pastinya. Juga ia bercertia tentang kakaknya yang sudah pensiun dan punya hobi bersepeda. Belum lama ini kakaknya pernah dirawat di rumah sakit karena luka parah akibat terjatuh dari sepeda saat menuruni turunan tajam. Oleh teman-teman yang lain ia sudah diingatkan untuk menuntun sepedanya saat menuruni turunan curam. Teman-temannya yang lebih mudapun tidak berani menaiki sepedanya. Kakaknya Pak Muksin nekat menunggangi sepedanya. Dan benar, ia terjatuh dan mendapat luka cukup serius dan harus dirawat di rumah sakit. Sembuh dari sakit tidak membuat kakaknya Pak Muksin berhenti atau kapok untuk bersepeda. Ia tetap menekuni hobi bersepedanya.

Kantor SPBU 54-681.21 Sempolan, Jember , Jawa Timur tempat saya bermalam

Kantor SPBU 54-681.21 Sempolan, Jember , Jawa Timur tempat saya bermalam

Menjelang berakhirnya obrolan kami Pak Muksin menawarkan agar saya menginap di kantor SPBU. Saya ucapkan banyak terimakasih untuk tawarannya. Tidak apa-apa, saya tidur di gang depan mushola saja, sanggah saya. Tapi Pak Muksin memaksa dan saya tidak mampu untuk menolaknya. Bahkan Pak Muksin sendiri yang mengantar saya ke kantor pom bensin. Di dalam kantor saya dipersilahkan untuk memilih posisi untuk tidur. Saya pilih tempat di belakang meja besar. Posisi ini relatif tidak menggangu dan terganggu kalau ada yang lalu lalang di dalam kantor. Menurut Pak Muksin, kalau malam kantor ini biasa digunakan oleh karyawan pom bensin untuk beristirahat di kala senggang. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kemurahan hati Pak Muksin. Belakangan hari, dari semua tempat saya menginap sepanjang perjalanan Jawa-Bali, di sinilah tempat saya tidur yang terenak dan ternyaman. Setelah Pak Muksin berlalu, karpet tidur saya gelar dan sleeping bag saya jadikan selimut. Tak lupa saya berdoa untuk semua yang boleh terjadi hari ini. Juga doa untuk orang-orang yang saya sayangi dan kasihi. Doa juga saya panjatkan untuk semua orang yang saya temui hari ini, juga untuk Pak Muksin. Tak lama kemudian saya tertidur pulas.

Bersama ini saya lampirkan catatan pengeluaran untuk hari ini dan data yang dikeluarkan oleh speedo meter Cateye Velo 9.

Data pengeluaran (dalam rupiah) adalah sebagai berikut:

Sarapan kopi + 2 Onde-onde (gratis) 0
Sarapan Nasi Pecel + Tempe + Telur + Kopi Hitam 8,000
Pocari Sweat (Rp 5,999) + Aqua 1.5 l (Rp 3,550) 9,550
Nasi Soto Madura + Teh Tawar 9,000
Aqua 1.5 l (Rp 5,000) + Roti sobek (Rp 4,000) + 14,000
Bakwan Malang 5,000
Total : 45,550

Data speedo meter Cateye Velo 9 adalah sebagai berikut:

TM (Elapsed Time) 7:16:16
DST (Trip Distance in km) 134.24
AV (Everage Speed in km/hr) 18.4
MX (Maximum Speed in km/hr) 46.3
CAL (Calorie Consumption in kcal) 1844
CO2 (Carbon Offset in kg) 20.13
ODO (Total Distance in km) 1090.3

 

Serpong, 28 Nov 2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s